Perjuangan dalam Masa-masa Penulisan Skripsi


Tiga hari kemudian setelah permohonan penelitian saya diterima, saya pun mengalami hal yang tak pernah saya lupakan dalam hidup saya, yaitu menjadi seorang ibu. Saya melahirkan putri pertama saya di rumah sakit. Rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu. Penelitian saya pun jalan di tempat, tetapi saya bersyukur karena dikaruniai seorang putri. Kini tugas baru menanti, yaitu menjadi seorang ibu buat si kecil. Hari-hari saya penuh dengan tangisan si kecil, tapi itu penyemangat dalam hidup saya. (Foto: Asnawin)




--------------

Perjuangan dalam Masa–Masa Penulisan Skripsi


By. Sarmilawati
(Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah, Makassar)

Masa membuat skripsi bagi saya itu masa yang penuh naik turun, karena penolakan demi penolakan dari jurusan saya alami atas judul yang saya ajukan, sampai akhirnya judul saya pun diterima atau di-ACC oleh Ketua Jurusan kami, yaitu bunda Dr Munirah MPd.

Setelah judul saya diterima, saya pun segera melakukan penulisan proposal, dimana di dalam melakukan penulisan proposasl ini, saya mengalami berbagai hambatan, salah satunya yaitu “malas”. Ini mungkin disebabkan bawaan janinku, tapi walaupun begitu saya kerja sedikit demi sedikit sampai akhirnya penulisan proposal pun rampung.

Langkah awal pun saya mulai. Saya mulai melakukan bimbingan dengan bapak Andi Adam SPd MPd. Beliau selaku pembimbing kedua saya, dan saya merasa  bersyukur  serta berterima-kasih, karena beliau sangat maklum atas keadaam saya pada saat itu yang sedang hamil tua.

Saya melakukan bimbingan dengan beliau hanya tiga kali dan akhirnya proposal saya pun di-ACC oleh beliau. Selanjutnya saya harus berhadapan dengan pembimbing pertama saya, yaitu bapak Prof Dr HM Ide Said.

Hari pertama bimbingan dengan beliau, proposal saya penuh dengan coretan. Saya pun memperbaikinya. Dua hari kemudian, saya kembali menghadap untuk bimbingan, tapi hari itu proposal saya cuma disuruh titip saja.

Besoknya saya ke ruangan beliau, ternyata lagi dan lagi proposal saya penuh dengan coretan. Saya pun kembali memperbaikinya. Selang tiga hari kemudian, saya menghadap beliau dan alhamdulillah proposal saya di-ACC.

Satu minggu kemudian saya pun ujian proposal dan  alhamdulillah semua penguji saya orangnya baik-baik atau tidak killer. Setelah ujian proposal, saya mengurus surat penelitian dan alhamdulillah saya diterima di sekolah yang saya ajukan.

Tiga hari kemudian setelah permohonan penelitian saya diterima, saya pun mengalami hal yang tak pernah saya lupakan dalam hidup saya, yaitu menjadi seorang ibu, tepatnya tanggal 24 Oktober 2013.

Saya melahirkan putri pertama saya di rumah sakit. Rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu. Penelitian saya pun jalan di tempat, tetapi saya bersyukur karena dikaruniai seorang putri. Kini tugas baru menanti, yaitu menjadi seorang ibu buat si kecil. Hari-hari saya penuh dengan tangisan si kecil, tapi itu penyemangat dalam hidup saya.

Sebulan kemudian, saya pun baru melakukan penelitian di SMP Negeri 1 Polut (Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, red). Di sana siswa-siswinya cerdas- cerdas. Guru-guru serta stafnya pun baik-baik. Saya melakukan penelitian selama kurang lebih tiga minggu.

Setelah penelitian selesai, babak baru pun dimulai yaitu penulisan skripsi. Dalam penulisan skripsi ini, saya bekerja tertatih – tatih, karena di lain sisi saya harus melakukan kewajiban saya sebagai seorang ibu dan istri, tetapi alhamdulillah saya sangat bersyukur punya suami yang pengertian.

Dalam melakukan penulisan skripsi, kadang  tangisan si kecil menemani saya, akhirnya skripsi saya pun rampung.

Bimbingan pertama pun saya jalani. Lagi dan lagi si kecil terpaksa saya tinggal, tapi alhamdulillah untuk kesekian kalinya bapak Andi Adam, maklum akan keadaan saya, sehingga saya hanya tiga kali bimbingan sama beliau dan skripsi saya di-ACC.

Selanjutnya saya melangkahkan kaki menuju ke pembimbing pertama saya, yaitu Prof Ide Said, tetapi lagi dan lagi skripsi harus dititip.

Keesokan harinya, saya pun ke prodi untuk melakukan rekap nilai dan di luar dugaan saya, ternyata banyak nilai saya yang kosong. Itu mungkin disebabkan karena saya pernah cuti kuliah. Hari itu saya bagaikan disambar petir di siang bolong melihat nilai saya yang kosong dan salah satu mata kuliah yang kosong yaitu “jurnalistik.“

Perjuangan pun dimulai. Satu persatu dosen saya datangi untuk meminta perbaikan nilai. Ada dosen yang mengerti, tetapi maaf, ada juga dosen yang tidak mau tahu sama sekali.

Sampai detik ini skripsi saya belum juga goyang dari meja beliau (pembimbing satu) ditambah banyak nilai saya yang kosong. Lengkap sudah penderitaan saya, tetapi saya yakin Allah punya rencana di balik ini semua. Semoga dengan ini saya biaa lebih bijak dalam bertindak.

Takalar, 10 Januari 2014.

Komentar

Postingan populer dari blog ini