Tiga Guru Palsukan Ijazah Unismuh



DEKAN FKIP Unismuh Makassar Dr Andi Sukri Samsuri (paling kanan), memberikan laporan di hadapan Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof Dr Andi Niartiningsih (kedua dari kiri), Ketua BPH Unismuh Makassar Syaiful Saleh (paling kiri), dan Rektor Unismuh Dr Irwan Akib (kedua dari kanan), pada pembukaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Senin, 19 Agustus 2013. (Foto: Asnawin)

-------------------


Tiga Guru Palsukan Ijazah Unismuh


Guru adalah pekerjaan mulia dan guru seharusnya mampu menjadi teladan, baik di mata murid-muridnya, maupun di mata masyarakat. Sayangnya, tidak semua guru mampu menjadi teladan, bahkan tak jarang, ada guru yang melakukan perbuatan nista.

Perbuatan nista tersebut antara lain memalsukan ijazah sarjana untuk mendapatkan sertifikasi. Dan itu terjadi pada proses pendaftaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2013 Rayon 146, di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, periode Agustus – November 2013.

Dekan FKIP Unismuh Makassar Dr Andi Sukri Samsuri MHum, mengungkapkan, tiga guru terbukti memalsukan ijazah Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar saat mendaftar sebagai calon peserta PLPG.

“Ijazah yang dipalsukan tersebut menggunakan tanda-tangan Rektor Unismuh Dr Irwan Akib MPd, dan tanda-tangan saya sebagai Dekan FKIP. Ketiga-tiganya dapat dipastikan tidak akan bisa lagi mengikuti sertifikasi guru seumur-hidup, kecuali kalau ada regulasi baru yang membolehkan,” paparnya.

Hal tersebut diungkapkan Andi Sukri pada acara Pembukaan PLPG, di Kampus Unismuh Makassar, Jl. Sultan Alauddin, Makassar, yang dihadiri Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof Andi Niartiningsih, Rektor Unismuh Dr Irwan Akib, Ketua BPH Unismuh Syaiful Saleh, sejumlah undangan, dan para peserta PLPG.

PLPG diikuti 1.428 guru (dibagi delapan angkatan) dari berbagai daerah kawasan timur Indonesia, yakni dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan, dengan latar belakang mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Guru Kelas, IPA, Matematika, PKn, dan Sosiologi. (asnawin)

Komentar

  1. perlu efek jera....
    bagi guru yg melakukan pemalsuan ijazah....
    pendidik, tp menghalalkan segala cara...
    memalukan...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini